Bagikan Status Twitter Aktivis Anti-Muslim, Presiden AS Tuai Kecaman

By Redaksi Suara Cilegon 30 Nov 2017, 17:19:23 WIB Internasional
Bagikan Status Twitter Aktivis Anti-Muslim, Presiden AS Tuai Kecaman

Keterangan Gambar : Donald Trump dan bendera Amerika Serikat (foto; Al Jazeera)


Presiden AS Donald Trump menuai kecaman di media sosial setelah membagikan video yang memuat konten anti-Muslim. Tiga video yang di-retweet oleh Trump itu sebelumnya diposting oleh politikus anti-Muslim Inggris, Jayda Fransen.

Salah satu tweet video Fransen yang dibagikan Trump menunjukkan seorang remaja laki-laki yang memukuli remaja laki-laki sebayanya dengan tongkat. Insiden itu terjadi pada bulan Mei tahun ini di kota Monnickendam di Belanda.

Setelah video itu tersebar di media sosial Belanda di bulan Mei, polisi menahan dua remaja Belanda dari Monnickendam dan kota tetangga, Edam-Volendam, terkait kasus pemukulan tersebut. Tidak pernah dipastikan bahwa sosok dalam video itu adalah seorang Muslim atau imigran.

Keputusan Trump untuk membagikan video tersebut dikecam keras oleh kelompok hak asasi manusia. “Dengan tindakannya yang tidak bertanggung jawab, Presiden Trump jelas mengatakan kepada pendukunya bahwa mereka harus membenci Islam dan Muslim,” kata Direktur Eksekutif Nasional Council of American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad.

Dewan Muslim Inggris mendesak pemerintah AS untuk menjauhkan diri dari Trump dan komentarnya. Sementara American Civil Liberties Union (ACLU) juga mengatakan bahwa prasangka Trump terhadap umat Islam menunjukkan jati dirinya di setiap kesempatan.

Bukan pertama kalinya Donald Trump membuat atau membagikan komentar rasis dan siskriminatif seperti retweet-nya pada Rabu (29/11/2017) itu. Trump pernah menyaurakan pelarangan masuknya Muslim ke AS dan pengawasan yang ketat terhadap masjid di sebuah platform media sosial.

Setelah menjabat sebagai presiden AS, Trump langsung menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang warga negara dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk memasuki AS. Setelah menjalani proses di pengadilan, larangan tersebut direvisi dan saat ini pembatasan mencakup warga dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim, selain Korea Utara dan Venezuela. by : kiblat.net




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

PRAKIRAAN CUACA


Jejak Pendapat

Apakah Menurut Anda Kota Cilegon Saat ini Sudah Lebih Baik ?
  Sudah
  Masih Belum
  Tidak Ada Perubahan
  Tidak Tahu

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Mudah-mudahan windows 8.2 tampilannya lebih keren lagi dari windows 8.1 sebelumnya yang ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video