Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

By Redaksi Suara Cilegon 08 Apr 2018, 19:43:53 WIB Hukum
Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Keterangan Gambar : Sekjen APPERTI, Dr. Taufan Maulamin


Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) menghormati sikap Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin yang menerima permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri yang telah menistakan agama melalui puisinya. Kendati demikian, proses hukum terhadap putri Bung Karno itu seharusnya tetap dikawal.

“Dengan tetap memuliakan dan hormat kepada alim ulama dan MUI, kita kawal kasus penistaan agama ini yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri,” ujar Sekjen APPERTI, Dr. Taufan Maulamin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (06/04/2018).

APPERTI mengakui bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan institusi yang mewakili organisasi massa Islam. Di dalamnya banyak ulama dan cendekiawan Islam yang sangat dihormati umat. Oleh sebab itu, pernyataan yang dikeluarkan oleh MUI akan merepresentasikan suara umat yang menjadi mayoritas di negara ini.

Terkait tuntutan proses hukum tersebut, Taufan yang juga Direktur Pascasarjana Institut STIAMI Jakarta, berharap gerakan umat menuntut keadilan tapi tidak menyisakan masalah besar yang berakhir dengan memecah belah persatuan. Jika itu terjadi, maka umat akan jauh dan mengalami benturan dengan ulama dan MUI.

“Berhati-hatilah memilih langkah. Pikirkan secara jernih, jangan sampai umat terjebak mencaci dan tidak hormat kepada ulama dan MUI yang merupakan orang tua kita semua,” imbaunya.

Taufan sendiri merupakan salah satu aktifis GNPF Ulama yang pada tahun lalu menyuarakan penangkapan Ahok yang kini telah divonis bersalah atas tuduhan penistaan agama. Secara pribadi, Taufan yang juga Alumni FEB UNS Solo, menyatakan telah memaafkan Sukmawati yang dianggap membuat resah umat dengan pembacaan puisi yang menyudutkan cadar dan azan.

“Meski kita harus menerima maaf, namun penegakkan hukum harus terus dilanjutkan tentunya melalui koridor konstitusi yang telah kita sepakati bersama,” jelasnya.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

“Ada sosial efek yang dahsyat jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa ada penegakkan hukum. Timbul semangat menista dan menghina agama orang lain yang bisa merusak tatanan sosial,” tandasnya. by : kiblat.net




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

PRAKIRAAN CUACA


Jejak Pendapat

Apakah Menurut Anda Kota Cilegon Saat ini Sudah Lebih Baik ?
  Sudah
  Masih Belum
  Tidak Ada Perubahan
  Tidak Tahu

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Mudah-mudahan windows 8.2 tampilannya lebih keren lagi dari windows 8.1 sebelumnya yang ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video